Wednesday, November 19, 2014

Inilah Daftar Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Beberapa Negara













BLOGKITABAY- Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini baru saja mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium naik dari Rp.6.500 per liter menjadi Rp. 8.500 per liter dan jenis solar juga naik dari Rp.5.500 per liter menjadi Rp. 7.500 per liternya.

Keputusan pemerintah dengan menaikkan harga bbm sangat disayangkan oleh berbagai kalangan terutama masyarakat kecil, seperti yang diberitakan bahwa harga minyak mentah dunia West Texas Intermediate ( WTI ) kini tengah mengalami penurunan.

Dilangsir dari situs Liputan 6.com bahwa harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari selasa (18/11/14) turun 18 sen menjadi US$ 75,64 perbarel di New York Merchantile Exchange. ini diikuti dengan harga minyak patokan Eropa yaitu minyak Brent merosot 10 sen untuk pengiriman januari menjadi US$ 79,31 perbarel london.

Jika kalian ingin melihat perbandingan harga-harga bbm di beberapa negara, berikut ini keterangan daftar harga-harga bbm di berbagai negara seperti yang dilangsir dari Numbea (Kurs: Rp 12.148/US$).

1. Venezuela
Harga BBM  US$ 0,06 per liter atau Rp. 728 per liter.

2. Arab Saudi 
Harga BBM US$ 0,12 per liter atau Rp. 1.450 per liter.

3. Mesir
Harga BBM US$ 0,26 per liter atau Rp. 3.150 per liter.

4. Brunei Darussalam
Harga BBM US$ 0,41 per liter atau Rp. 4.980 per liter.

5. Malaysia
Harga BBM US$ 0,6 per liter atau Rp. 7.300 per liter.

6.Amerika Serikat
Harga BBM US$ 0,89 per liter atau Rp. 10.800 per liter.

7. Brazil 
Harga BBM US$ 1,07 per liter atau Rp.13.000 per liter.

8. India
Harga BBM US$ 1,17 per liter atau Rp. 14.200 per liter.

9. Inggris 
Harga BBM US$ 2,03 per liter atau Rp. 24.700 per liter.

10. Turki
Harga BBM US$ 2,17 per liter atau Rp. 26.400 per liter.

Itulah daftar harga bahan bakar minyak terbaru di beberapa negara per November 2014 yang dilangsir dari Numbea.
banner
Previous Post
Next Post

1 comment:

  1. kalau menurut saya, kenaikan harga bbm merupakan hal yang wajar, tidak harus mengikuti perkembangan minyak dunia yang harganya cenderung menurun

    ReplyDelete